Benar Gak Sih, Suplemen Magnesium Seajaib Kata Orang TikTok?

Belakangan ini, semakin banyak orang sadar pentingnya nutrisi yang cukup dan seimbang. Konsumsi makanan bergizi dapat meningkatkan energi kita sehari-hari, dan membantu proses perkembangan tubuh lebih optimal. Makanya orang minum vitamin untuk memenuhi kebutuhan itu.

Orang Amerika sempat terobsesi makan sayur kale karena padat nutrisi dan mengandung antioksidan tinggi. Bahkan, vitamin C dan D semakin menjadi primadona di masa pandemi. Orang mengonsumsinya biar tidak gampang sakit. Lalu ada kolagen yang bagus untuk kulit.

Kapsul magnesium mendadak naik daun lagi akhir-akhir ini. Suplemen mineral itu digadang-gadang punya segudang manfaat, dari mengatasi gangguan kecemasan hingga menambah stamina. Tidak diketahui pasti alasan kapsul magnesium begitu diminati, terutama di kalangan pengguna TikTok. Namun, tampaknya ketakutan terhadap Covid-19 berperan mengangkat popularitasnya.

Saat ini, video-video bertagar #magnesium telah ditonton lebih dari 700 juta kali, sedangkan topik terkait #magnesiumdeficiency menarik minat penonton sebanyak 282 juta kali.

“TikTok memegang peranan penting sebagai sarana penyebaran informasi. Berkatnya, semakin banyak orang tahu manfaat suplemen magnesium,” tutur apoteker dan ahli gizi Ariana Medizade saat dihubungi VICE.

Magnesium itu apa?

Magnesium berperan penting dalam menjalankan fungsi tubuh. Mineral ini dapat menjaga kontraksi otot, dan mengatur sistem saraf. Magnesium juga bermanfaat seperti protein yang bisa menjaga keseimbangan gula darah.

Pakar menyebutkan banyak kegunaan lain dari magnesium. Menurut mereka, kita bisa minum obat yang mengandung magnesium jika sulit buang air besar. Magnesium juga bagus untuk kesehatan tulang dan jantung, sementara suplemennya dapat memperbaiki kualitas tidur.

BACA JUGA :   Indonesia Usul Zona Demiliterisasi, Referendum untuk Perdamaian Ukraina

Walau banyak manfaatnya, kita dianjurkan minum kapsul magnesium sesuai kebutuhan saja. Suplemen hanya untuk melengkapi asupan nutrisi alami yang kurang, bukan pengganti.

Kebutuhan magnesium setiap orang tergantung pada usia, jenis kelamin dan kondisi kesehatan mereka masing-masing. Joseph Salhab, dokter spesialis gastroenterologi dan penyakit dalam, menganjurkan rata-rata sekitar 320 miligram mineral per hari untuk perempuan, dan 420 miligram untuk laki-laki.

“Kapsul magnesium bukan obat ajaib, jadi jangan langsung termakan iklan macam menambah energi, menurunkan berat badan, membuat kita awet muda dan bisa mengobati segala macam penyakit,” tegasnya. 

Menurut Salhab, konsumsi suplemen yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah-muntah, diare dan keram perut. Selain itu, kapsul magnesium bisa mengganggu kesehatan jika diminum bersama obat-obatan tertentu, apalagi kalau kamu punya riwayat penyakit jantung dan masalah ginjal. Konsumsi sembarangan berisiko menyebabkan komplikasi.

Perlukah kita minum suplemen?

Kita bisa memenuhi kebutuhan magnesium melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Contohnya, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan dan susu kaya magnesium.

Akan tetapi, harus diakui proses pengolahan bahan makanan dapat mengurangi kadar magnesium di dalamnya. “Kandungan magnesium pada buah dan sayur menurun selama 50 tahun terakhir. Sekitar 80 persen logam ini hilang ketika bahan-bahannya diolah menjadi makanan. Akibatnya, sebagian besar orang di seluruh dunia kekurangan asupan magnesium harian,” demikian bunyi penelitian tahun 2020.

BACA JUGA :   Pelajar Indonesia Raih Puluhan Piala dari World Scholar’s Cup

Kekurangan magnesium dapat memengaruhi fungsi otak, hingga menyebabkan insomnia dan masalah pencernaan. Tubuh yang tidak mendapat asupan layak juga lebih mudah mengalami keram otot dan disfungsi saraf. Tak hanya itu saja, defisiensi magnesium dapat menghambat proses pembentukan tulang pada anak muda, dan mempercepat risiko osteoporosis pada orang tua.

Jenis-jenis magnesium

Setidaknya ada 11 jenis magnesium yang masing-masing memiliki fungsinya sendiri. Maka dari itu, kita perlu memastikan suplemen pilihan sesuai dengan kebutuhan tubuh kita.

Magnesium glisinat yang populer di TikTok dapat menenangkan sistem saraf. Menurut Medizade, suplemen jenis ini cocok untuk orang-orang yang susah tidur atau mengalami gangguan kecemasan. Konsumsinya bukan cuma membantu tubuh lebih rileks, tapi juga mencegah sakit kepala, susah BAB dan keram otot.

Selanjutnya ada magnesium L-threonate, yang berfungsi menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif. Medizade merekomendasikan suplemennya diminum setiap pagi karena tidak menimbulkan kantuk.

Magnesium oksida sudah diakui untuk mencegah penyakit migrain. Namun, tingkat bioavailabilitas produk yang mengandung jenis mineral ini cukup rendah, sehingga tubuh kita tidak bisa menyerapnya banyak-banyak. Bioavailabilitas menentukan kecepatan zat obat larut atau mencapai sistem peredaran darah.

Masih ada banyak jenis magnesium lainnya, tapi keempat jenis itulah yang paling umum ditemukan di pasaran.

BACA JUGA :   Asisten Sekjen PBB untuk Afrika: Permusuhan di Sudan Semakin Meningkat

“Pastikan mereknya tepercaya, dan tidak mengandung alergen, filler, atau aditif yang tidak diperlukan,” kata Salhab.

Cara konsumsi suplemen

Jika kamu ingin minum suplemen tiap hari, Salhab menganjurkan untuk meminumnya tepat waktu, supaya dapat menstabilkan kadar mineral di dalam tubuh. Dengan kata lain, sebisa mungkin jangan sampai telat minum.

Ada suplemen yang memicu rasa kantuk, sehingga orang-orang cenderung meminumnya sebelum tidur di malam hari. Tapi balik lagi, waktunya tergantung jenis suplemen pilihanmu.

Kalau kamu memilih suplemen yang mengandung glisinat, misalnya, sebaiknya kamu makan terlebih dahulu. Minum kapsul ini saat perut kosong bisa menyebabkan maag.

“Pelajari sebaik mungkin suplemen apa yang dibutuhkan oleh tubuh kamu. Jangan asal beli, pastikan suplemennya sudah terdaftar,” Salhab mengingatkan.

“Ikuti petunjuk pemakaiannya, dan perhatikanlah reaksi dalam tubuh. Kamu harus telaten minum untuk hasil yang maksimal. Jangan lupa juga menjaga pola hidup sehat, seperti rajin berolahraga, makan makanan sehat, kendalikan stres dan tidur tepat waktu,” pungkasnya.

Tapi yang terpenting, berkonsultasilah pada ahlinya. Jangan ikut-ikutan tren TikTok tanpa memahami manfaat dan risiko konsumsi suplemen.

Follow Romano Santos di Instagram.

Check Also

Kursus Mekanik Mobil Berikan ‘Kesempatan Kedua’ bagi Mantan Napi di AS

Sebuah program di negara bagian Maryland, AS, memberikan kesempatan kedua kepada narapidana, dengan melatih mereka …