Cegah Ancaman Siber, Bank Sinarmas Siapkan Capex Rp 449 Miliar untuk IT

Bank Sinarmas luncurkan aplikasi prioritas digital. Foto: Bank Sinarmas
Bank Sinarmas luncurkan aplikasi prioritas digital. Foto: Bank Sinarmas

PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) merespons kejadian dugaan ancaman serangan siber yang berdampak terhadap gangguan layanan jaringan ATM maupun mobile banking perbankan akhir-akhir ini.

Direktur Bank Sinarmas, Soejanto Soetjijo menjamin tingkat keamanan siber Bank Sinarmas, termasuk Bank Sinarmas Syariah cukup memadai. Bank Sinarmas menerapkan satu framework cyber security dari konsultan internasional majority index.

“Jumlah investasi (capex) setiap tahun alokasi USD 25-30 juta dolar (Rp 373,245 miliar- Rp 449 miliar, asumsi kurs Rp 14.930 per dolar AS) di sisi IT. Untuk security saya tidak ingat detailnya,” ujar Soejanto dalam konferensi pers di Hotel Aston Kemayoran Jakarta, Sabtu (20/5).

Soejanto menuturkan nilai investasi tersebut juga termasuk persiapan infrastruktur hardware, software, jaringan dan database. Dia menganggap aspek risiko menjadi hal yang penting, sehingga Bank Sinarmas menyiapkan perlindungan seluruh infrastruktur dan jaringan.

BACA JUGA :   Perang di Gaza Perumit Pertemuan Presiden Biden dengan Presiden Joko Widodo

“Bisa bayangkan sektor perbankan terpengaruh serangan cyber, ini mempengaruhi sekali dalam tubuh kita, keadaan ini tidak bisa berjalan tanpa uang. Sehingga kebutuhan terhadap talent itu besar sekali,” imbuh Soejanto dalam sambutan dalam acara Wreck IT 4.0.

Direktur PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) Soejanto Soetjijo saat ditemui di Hotel Aston Kemayoran, Sabtu (20/5/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan
Direktur PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) Soejanto Soetjijo saat ditemui di Hotel Aston Kemayoran, Sabtu (20/5/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Bank Sinarmas juga memiliki security operation center yang berjalan 24 jam. Menurut Soejanto, Bank Sinarmas bukan bank yang terlalu besar namun fokus memiliki security karena mengutamakan alokasi anggaran untuk pencegahan siber.

“Minimal kita sebagai perbankan satu minimum security melindungi data kita,” imbuhnya.

Soejanto menjelaskan, perkembangan teknologi yang sangat masif perlu diiringi dengan kesadaran dan pengetahuan keamanan siber. Semakin maraknya serangan siber Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah untuk berkolaborasi erat secara berkesinambungan untuk melahirkan bibit muda yang unggul dalam hal keamanan siber.

Check Also

Kursus Mekanik Mobil Berikan ‘Kesempatan Kedua’ bagi Mantan Napi di AS

Sebuah program di negara bagian Maryland, AS, memberikan kesempatan kedua kepada narapidana, dengan melatih mereka …