Jutaan Orang Bepergian di China dalam Liburan Musim Gugur Pertama Sejak Aturan Ketat COVID Diakhiri

Jutaan turis China diperkirakan akan melakukan perjalanan di dalam negeri mereka, mengeluarkan banyak uang untuk hotel, wisata, atraksi dan makanan. Masa liburan musim gugur selama delapan hari yang dimulai pada Jumat ini akan meningkatkan perekonomian.

Liburan tahun ini dimulai dengan Festival Pertengahan Musim Gugur pada hari Jumat (29/9) dan juga Hari Nasional 1 Oktober. Liburan umum ini berakhir pada 6 Oktober.

Biasanya ratusan juta orang China bepergian di dalam dan keluar negeri pada musim-musim libur seperti itu. Libur selama delapan hari ini adalah pekan liburan terpanjang sejak berbagai pembatasan terkait pandemi COVID-19 dicabut pada bulan Desember. Pariwisata keluar negeri tertinggal dibandingkan dengan perjalanan di dalam negeri, dengan kapasitas penerbangan masih tertinggal dari kapasitas sebelum pandemi.

Kota-kota besar seperti ibu kota, Beijing, Shanghai dan kota-kota di bagian selatan seperti Shenzhen dan Guangzhou menjadi destinasi favorit. Kota-kota kecil, seperti Chengdu dan Chongqin di barat daya juga populer.

BACA JUGA :   Departemen Luar Negeri AS Pertegas Tidak Mencabut Sanksi terhadap Pemimpin Pertahanan China

Semua perjalanan ini sangat menguntungkan bagi ekonomi terbesar kedua dunia ini. Dalam liburan sepekan pada Mei lalu, 274 juta turis membelanjakan 148 miliar yuan ($20,3 miliar).

“Selama beberapa tahun terakhir dengan adanya pandemi, ada permintaan terpendam yang sangat kuat,” kata Boon Sian Chai, direktur pelaksana platform pemesanan perjalanan daring Trip.com Group. Perjalanan di dalam dan keluar negeri sama-sama “telah pulih secara signifikan,” tetapi perjalanan di dalam domestik menyumbang hampir tiga per empat dari seluruh pemesanan, kata Chai.

China Railway, layanan kereta China, memperkirakan sekitar 190 juta penumpang akan melakukan perjalanan pada 27 September hingga 8 Oktober, lebih dari dua kali lipat jumlah perjalanan tahun lalu dan merupakan peningkatan dari tahun 2019, sebelum pandemi mulai terjadi.

Di Guangzhou dan Shenzhen, kereta malam cepat akan beroperasi selama 11 hari untuk mengatasi lonjakan perjalanan selama musim liburan ini, menurut China Railway Guangzhou Group Co., Ltd.

BACA JUGA :   Wang Yi Desak Uni Eropa 'Klarifikasi' Posisinya terkait Kemitraan dengan China

Sekitar 21 juta penumpang lainnya diperkirakan melakukan perjalanan udara selama musim libur ini, dengan rata-rata sekitar 17 ribu penerbangan per hari, menurut Administrasi Penerbangan Sipil China. Lebih dari 805 penerbangan itu adalah di jalur domestik.

Jia Jianqiang, CEO Liurenyou International Travel Agency, mengatakan, warga China mengeluarkan banyak uang untuk perjalanan yang lebih mewah. “Banyak orang kini juga cenderung memilih tur mewah yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, dibandingkan dengan dengan tur-tur grup besar yang populer sebelum pandemi,” kata Jia.

Bagi banyak orang China, libur umum panjang seperti Pekan Emas merupakan waktu terbaik utnuk melakukan perjalanan, karena cuti dengan tetap dibayar hanya dapat dilakukan hingga lima hari dalam setahun. [uh/lt]

Check Also

PBB Peringatkan Adanya ‘Ledakan’ Kematian Anak-anak di Gaza

BACA JUGA :   Dianggap Bawa Pesan LGBT, Konser Coldplay Didemo