Kongres AS Perdebatkan Pendanaan, Penjara Teluk Guantanamo Tetap Dibuka

Senat AS akan mulai berdebat pekan ini tentang anggaran belanja militer tahunan besar-besaran. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional, atau NDAA, akan memasukkan istilah yang melarang penggunaan dana untuk menutup Guantanamo Bay (GTMO), penjara militer AS yang didirikan pada tahun 2002 semasa Perang Melawan Terorisme.

NDAA versi Senat yang kini sedang diperdebatkan tidak hanya memperpanjang penutupan atau mengubah fasilitas itu, namun juga melarang pemindahan tahanan ke Afghanistan, Libya, AS, Somalia, Suriah, atau Yaman. Undang-undang itu juga mengarahkan Departemen Pertahanan AS untuk mulai merencanakan kebutuhan medis bagi penghuni lanjut usia di Guantanamo.

Gedung Putih mengatakan kepada VOA hari Selasa (18/7), bahwa pihaknya sangat menentang larangan itu.

“Ketentuan ini akan mengganggu kemampuan presiden untuk menentukan disposisi yang tepat bagi tahanan GTMO, dan membuat kebijakan luar negeri yang penting. Juga mengganggu dalam penentuan terkait keamanan nasional, apakah dan dalam keadaan apa, untuk memindahkan tahanan ke penahanan atau kendali negara asing,” kata seorang juru bicara.

BACA JUGA :   Dianggap 'Promosikan Homoseksualitas', Lebanon Larang Film 'Barbie'

Pada Februari 2021, juru bicara Gedung Putih waktu itu Jen Psaki mengatakan, “tentu saja tujuan dan niat kami” untuk menutup fasilitas itu pada akhir masa jabatan pertama Presiden AS, Joe Biden. Hingga kini, pemerintahan Biden telah membebaskan 10 narapidana.

Menurut perkiraan harian New York Times pada Maret 2022, kini 30 orang ditahan di GTMO. Selama 20 tahun keberadaan penjara itu, sembilan orang meninggal dalam tahanan dan 741 orang telah dipindahkan dari fasilitas tersebut. [ps/ka]

Check Also

PBB Peringatkan Adanya ‘Ledakan’ Kematian Anak-anak di Gaza

BACA JUGA :   Dianggap 'Promosikan Homoseksualitas', Lebanon Larang Film 'Barbie'