Putin Perintahkan Eks Komandan Wagner Ambil Alih ‘Unit Sukarelawan’ di Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan salah satu komandan tertinggi tentara bayaran Wagner untuk mengambil alih “unit sukarelawan” yang bertempur di Ukraina. Perintah tersebut menunjukkan upaya Kremlin untuk tetap menggandeng tentara bayaran setelah kematian sang pemimpin Yevgeny Prigozhin. 

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kremlin pada Jumat (29/9), Putin mengatakan kepada Andrei Troshev bahwa tugasnya adalah “menangani pembentukan unit sukarelawan yang dapat melakukan berbagai tugas tempur, terutama di zona operasi militer khusus”. Moskow menggunakan jargon itu untuk menggambarkan  agresinya di Ukraina.  

Para anggota Wagner tidak memiliki peran signifikan di medan perang sejak berhasil merebut Kota Bakhmut di Ukraina timur dalam pertempuran terpanjang dan paling berdarah. Kelompok itu kemudian mundur dari perang dan bergerak menuju Moskow untuk melakukan kudeta. 

Setelah kudeta digagalkan pada akhir Juni, muncul spekulasi mengenai nasib Wagner. Banyak pengamat memperkirakan hal ini akan diserahkan ke Kementerian Pertahanan. Komentar Putin pun tampaknya mengonfirmasi bahwa proses tersebut sedang berlangsung. 

BACA JUGA :   Ledakan Gas dan Kebakaran di Ibu Kota Kenya, Sedikitnya 270 Cedera

Sejak kematian Prigozhin, pasukan Wagner di negara tetangga Belarus dilaporkan berkemas dan membongkar kamp mereka. Belarus menjadi tempat mereka setelah gagal melakukan pemberontakan.  

Troshevm pensiunan perwira militer, adalah tokoh utama di Wagner sejak pembentukannya pada 2014 dan menghadapi sanksi Uni Eropa atas perannya di Suriah sebagai direktur eksekutif kelompok tersebut. 

Wakil Menteri Pertahanan Yunus-Bek Yevkurov hadir pada pertemuan Putin dengan Troshev, Kamis (28/9) malam. Kehadiran itu sebuah pertanda bahwa tentara bayaran Wagner kemungkinan akan bertugas di bawah komando Kementerian Pertahanan. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Jumat (29/9),membenarkan Troshev sekarang bekerja untuk Kementerian Pertahanan dan merujuk pertanyaan tentang kemungkinan kembalinya Wagner ke Ukraina untuk bergabung dengan militer. 

Pertemuan tersebut ditengarai terkait dengan rencana Kremlin untuk mengerahkan kembali beberapa tentara bayaran Wagner ke garis depan di Ukraina setelah aksi kudeta dan kematian Prigozhin dan pimpinan senior kelompok tersebut dalam kecelakaan pesawat pada 23 Agustus. Tentara swasta yang pernah berjumlah puluhan ribu tentara merupakan aset berharga yang ingin dieksploitasi Kremlin. 

BACA JUGA :   Transformasi Insinyur Singapura: dari Anjungan Minyak Jadi Juragan Ikan

Pemberontakan pada 23-24 Juni bertujuan untuk menggulingkan kepemimpinan Kementerian Pertahanan Rusia yang dituding Prigozhin karena kesalahan penanganan perang di Ukraina dan berusaha menempatkan Wagner di bawah kendalinya. Tentara bayarannya mengambil alih markas militer Rusia di bagian selatan di Rostov-on-Don dan kemudian bergerak menuju Moskow sebelum tiba-tiba berbalik. 

Putin mengecam mereka sebagai “pengkhianat.” Namun Kremlin dengan cepat merundingkan kesepakatan untuk mengakhiri pemberontakan dengan imbalan amnesti dari penuntutan. Para tentara bayaran itu ditawari pilihan untuk pensiun dari dinas, pindah ke Belarus atau menandatangani kontrak baru dengan Kementerian Pertahanan. [ah/ft] 

 

 

Check Also

PBB Peringatkan Adanya ‘Ledakan’ Kematian Anak-anak di Gaza

BACA JUGA :   Kesadaran Masyarakat dan Promosi Gencar Bantu Bali Capai Imunisasi Tertinggi Nasional