Rawat Inap Akibat COVID-19 di AS Kembali Meningkat, tetapi Tidak Seperti Sebelumnya

Penerimaan pasien COVID-19 di rumah sakit di Amerika Serikat telah meningkat sejak awal Juli lalu. Kondisi tersebut mengingatkan akan situasi yang terjadi dari tiga musim panas sebelumnya, namun kali ini dalam skala yang lebih kecil.

Pada minggu terakhir bulan Juli, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat mencapai 9.056. Jumlah tersebut meningkat sebesar 12 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan saat masa puncak pandemi sebelumnya di mana sebanyak 44.000 pasien dilarikan ke rumah sakit setiap minggu pada bulan Januari tahun ini. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit saat penyebaran varian omicron pada Januari 2022 bahkan mencapai 150.000 orang.

“Jumlahnya saat ini meningkat sedikit, namun kita tidak perlu khawatir berlebihan,” ujar Dr. David Dowdy, ahli epidemiologi penyakit menular di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

BACA JUGA :   LSM AS: Perusahaan Multinasional Ekspor Jutaan AC yang Tak Efisien ke Asia Tenggara

Jumlah penularan diperkirakan juga meningkat, namun data yang tersedia hanya sedikit. Pemerintah federal telah mengakhiri status darurat kesehatan pada bulan Mei lalu, sehingga Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) dan banyak negara bagian di AS tidak lagi mendata jumlah hasil tes COVID-19 yang positif.

Sejak awal Juni lalu, sekitar 500 hingga 600 orang meninggal akibat COVID-19 setiap minggunya. Jumlah kematian yang tercatat selama musim panas saat ini relatif masih stabil.

Jumlah virus COVID yang terdeteksi pada air limbah rumah tangga telah meningkat di seantero AS sejak akhir Juni lalu. Dalam beberapa minggu mendatang, sejumlah petugas kesehatan mengatakan mereka akan mengawasi tingkat air limbah di saat para warga kembali dari liburan musim panasnya dan anak-anak kembali bersekolah.

Kandungan virus COVID-19 yang tinggi dalam air limbah ditemukan di wilayah timur laut dan selatan AS, ujar Cristin Young, ahli epidemiologi di Biobot Analytics, perusahaan kontraktor yang disewa CDC untuk mengawasi kualitas air limbah.

BACA JUGA :   VOA Global Report-Optimisme di Tengah Inflasi dan Menembus Pasar Karya Seni di AS

“Penting untuk diingat bahwa saat ini konsentrasi (virus) masih relatif kecil,” ungkap Young, seraya menambahkan bahwa jumlah kandungan yang terdeteksi 2,5 kali lebih kecil dibanding musim panas tahun lalu. [my/jm/rs]

Check Also

PBB Peringatkan Adanya ‘Ledakan’ Kematian Anak-anak di Gaza

BACA JUGA :   Presiden Kolombia Ingin Mengubah Perjanjian Perdagangan Bebas dengan AS