Rusia Bombardir Serangkaian Kota di Ukraina

Serangan Rusia di kota-kota Ukraina telah menimbulkan jejak kematian dan cedera, dan mendorong Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menekankan kebutuhan Ukraina akan senjata jarak jauh.

Sedikitnya enam orang tewas oleh dua rudal Rusia yang menghantam kota Kryvyi Rih di Ukraina selatan, kampung halaman Zelenskyy, kata pejabat Ukraina pada Senin (31/7).

Gubernur Regional Serhiy Lysak mengumumkan hari berkabung di kota itu. Dia mengatakan bahwa di antara yang tewas adalah seorang gadis berusia 10 tahun dan ibunya. Sebanyak 75 orang lainnya terluka, termasuk enam orang anak berusia 4 hingga 17 tahun.

Menteri Dalam Negeri Ihor Klymenko mengatakan rudal menghantam gedung apartemen dan gedung universitas.

Di gedung tempat tinggal yang rusak, hampir 150 penghuni gedung berhasil keluar sendiri, dan 30 lainnya dibantu oleh tim penyelamat, kata gubernur.

Dalam pidato video malamnya, Zelenskyy mengatakan data awal menunjukkan bahwa dua rudal ditembakkan ke Kryvyi Rih dari distrik Dzhankoy di wilayah Krimea yang diduduki.

BACA JUGA :    Upaya Evakuasi WNI dari Gaza dan Israel

“Ini membuktikan berulang kali bahwa untuk keamanan kota kita, untuk melindungi kehidupan normal warga Ukraina dan anak-anak kita, militer kita harus memiliki senjata jarak jauh yang cukup, sarana yang cukup untuk mengalahkan teroris. Tekanan sanksi dunia terhadap Rusia juga harus ditingkatkan secara signifikan,” ujarnya.

Serangan Rusia di Oblast Kherson menewaskan empat orang dan melukai 17 lainnya pada hari Senin, di antaranya seorang gadis berusia 16 tahun. Gubernur Oleksandr Prokudin mengatakan bahwa satu dari mereka yang tewas, serta enam dari mereka yang terluka, bekerja di sebuah perusahaan utilitas ketika diserang. Lima orang lainnya yang terluka adalah sukarelawan.

Pada Senin malam, pasukan Rusia melancarkan serangan lain terhadap kota itu, menarget distrik Korabel, sementara serangan lain di kota Beryslav menewaskan seorang pria.

 

KTT perdamaian

Pejabat pemerintah AS akan menghadiri KTT Ukraina di Arab Saudi, ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dalam konferensi pers hari Senin (31/7). Dia mengatakan bahwa dia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA :   Papua Nugini dan Australia Sepakati Kerja Sama Kepolisian 

The Wall Street Journal melaporkan pada Sabtu (29/7) bahwa Arab Saudi akan mengundang negara-negara Barat, Ukraina, dan negara-negara berkembang utama ke pembicaraan tingkat tinggi itu.

KTT Arab Saudi dilaporkan akan diadakan di Jeddah pada akhir pekan untuk membahas implementasi rencana perdamaian Zelenskyy untuk mengakhiri perang Rusia di Ukraina. [lt/rs]

Check Also

PBB Peringatkan Adanya ‘Ledakan’ Kematian Anak-anak di Gaza

BACA JUGA :   Korban Tewas Ledakan Tungku Smelter di Morowali Naik Jadi 18 Orang